Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai
wadah profesi akuntansi di Indonesia selalu tanggap terhadap perkembangan yang
terjadi, khususnya dalam hal-hal yang mempengaruhi dunia usaha dan profesi
akuntan. Hal ini dapat dilihat dari dinamika kegiatan perkembangan standar
akuntansi sejak berdirinya IAI pada tahun 1957 hingga kini. Setidaknya,
terdapat tiga tonggak sejarah dalam perkembangan standar akuntansi keuangan di
Indonesia.
Selasa, 30 Juni 2015
0
SEJARAH STANDAR AKUNTANSI INDONESIA (TUGAS 3)
Standar Akuntansi Keuangan yang berkualitas
merupakan salah satu prasarana penting sebagai pedoman pokok untuk menyusun dan
menyajikan laporan keuangan bagi perusahaan dan unit ekonomi lainnya. Jadi
dengan adanya standar akuntansi yang baik, maka laporan keuangan dapat menjadi
lebih berguna dan dapat menciptakan transparasi bagi perusahaan.
Sejarah akuntansi di Indonesia tentu tidak lepas
dari perkembangan akuntansi di negara asal perkembangannya. Dengan kata lain,
negara luarlah yang membawa akuntansi itu masuk ke Indonesia kendati pun tidak
bisa disangkal bahwa di masyarakat
Indonesia
sendiri pasti memiliki sistem pencatatan pelaporan tersendiri. Untuk memberikan
gambaran bagaimana perkembangan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, maka
dapat dilihat sebagai berikut :
Sabtu, 02 Mei 2015
0
Branchless Banking (TUGAS 2)
Pada
kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai branchless banking, mungkin
sebagian dari kita masih awam dan belum mengetahui apa sebenarnya branchless
banking itu sendiri. Baiklah, branchless banking itu adalah merupakan
salah satu strategi distribusi perbankan yang memberi layanan keuangan tanpa
bergantung pada keberadaan kantor cabang bank atau dengan kata lain branchless
banking jaringan
distribusi yang digunakan untuk memberi layanan finansial di luar kantor-kantor
cabang bank melalui teknologi dan jaringan alternatif dengan biaya efektif,
efisien, dan dalam kondisi yang aman dan nyaman.
Senin, 30 Maret 2015
0
PERKEMBANGAN AKUNTANSI INDONESIA (TUGAS 1)
Perkembangan Akuntansi
di Indonesia
1.1. Pengertian Akuntansi
Henry, Akuntansi (accounting) adalah proses
pengidentifikasian, pencatatan, dan pengkomunikasian kejadian-kejadian ekonomi
suatu organisasi (perusahaan ataupun bukan perusahaan) kepada para pemakai
informasi berkepentingan.
Supriyono menjelaskan bahwa pengertian
akuntansi keuangan adalah proses pencatatan dan penggolongan, peringkasan, dan
penyajian, dari transaksi keuangan suatu badan usaha dengan cara yang
sistematis, serta penafsiran terhadap hasilnya dari laporan-laporan yang
disajikan oleh akuntansi. Tujuan akuntansi keuanganadalah sebagai alat pembantu
untuk menjalankan fungsi, alat komunikasi dan pertanggungjawaban dari manajemen
kepada berbagai pihak yang menggunakan laporan keuangan, sesuai kepentingan
masing-masing pemakai.
Rabu, 14 Januari 2015
0
TUGAS KE-5
STRATEGI JOB SEEKER DAN JOB CREATOR DALAM MENGHADAPI DAMPAK DARI MEA TAHUN 2015
Pada
kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai strategi job seeker dan job
creator dalam menghadapi dampak dari MEA. Tahun 2015 ini bertepatan, tahun dimana persaingan ekonomi Indonesia dengan
negara-negara ASEAN dimulai dalam segala bidang . Karena di tahun ini
negara-negara ASEAN akan melaksanakan perdagangan bebas antar Negara-negara
ASEAN. Implementasi
pasar tunggal ASEAN sudah di depan mata. Namun demikian kesiapan Indonesia dan
daya saing para pelaku usaha di dalam negeri untuk menghadapi era perdagangan
bebas tersebut masih memprihatinkan. Sosialisasi pemerintah dan para pelaku
usaha di dalam negeri juga masih sangat minim. Selain itu tahun 2015 juga bersamaan dengan tahun kelulusan
saya dari perguruan tinggi dimana ini juga merupakan suatu hambatan dalam
menghadapi MEA baik yang nantinya memilih jalur menjadi seorang job seeker
maupun job creator. MEA bukanlah sekedar forum silaturahmi
antar negara-negara ASEAN tetapi juga akan menjadi arena persaingan ekonomi. Peranan pemerintah
tentu menjadi penting terutama untuk mengantarkan mereka agar mampu bersaing
dengan pelaku usaha lainnya dalam memanfaatkan MEA pada tahun 2015.
Rabu, 10 Desember 2014
0
TUGAS KE-4
OPINI
TENTANG JOB SEEKER (PENCARI LAPANGAN KERJA) DAN JOB CREATOR (PENCIPTA LAPANGAN
KERJA)
Pada
kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai job seeker dan job creator,
sebenarnya sudah tidak asing lagi ditelinga kita mendengar kata job seeker (pencari
lapangan kerja) di negara kita ini masih banyak sekali pencari lapangan kerja
diperusahaan swasta maupun negeri mereka ingin berbondong-bondong untuk
bersaing menjadi karyawan di perusahaan yang mereka inginkan, padahal kita tahu
sendiri jumlah lapangan kerja di negara kita ini masih cukup terbatas dan
menjadi salah satu pegawai bukan merupakan salah satu cara untuk membuat hidup
menjadi lebih baik dimasa yang akan datang. Bisa kita lihat berapa banyak
jumlah mahasiswa-mahasiswi yang lulus ingin berwirausaha, itu buat saya masih
cukup jarang, karena di pola pikir mereka pasti setelah lulus harus mendapatkan
pekerjaan sebagai karyawan diperusahaan-perusahaan besar, apalagi lowongan
pekerjaan khususnya untuk pegawai negeri (PNS) dibuka setiap tahunnya meski
jumlah yang melamar pekerjaan lebih banyak dibandingkan dengan posisi yang
diharapkan dan itu juga PNS hanya untuk mengisi posisi pegawai yang sudah habis
masa kerjanya (pensiun). Belum lagi dengan masyarakat yang menganggur yang
termasuk dalam kalangan berpendidikan tinggi , itu semua sangat mengkhawatirkan
dengan melihat perekonomian Indonesia saat ini.
Jumat, 21 November 2014
Sabtu, 01 November 2014
0
TUGAS 1
ETIKA PROFESI AKUNTANSI
Profesi
akuntansi mengandung karakteristik pokok suatu profesi, diantaranya adalah jasa
yang sangat penting bagi masyarakat, pengabdian bangsa kepada masyarakat, dan
komitmen moral yang tinggi. Masyarakat menuntut untuk memperoleh jasa para
akuntan dengan standar kualitas yang tinggi, dan menuntut mereka untuk bersedia
mengorbankan diri. Itulah sebabnya profesi akuntansi menetapkan standar teknis
atau standar etika yang harus dijadikan sebagai panduan oleh para akuntan,
utamanya yang secara resmi menjadi anggota profesi, dalam melaksanakan
tugas-tugas profesionalnya. Jadi, standar etika diperlukan bagi profesi
akuntansi karena akuntan memiliki posisi sebagai orang kepercayaan dan
menghadapi kemungkinan benturan-benturan kepentingan. Kode etik atau aturan
etika profesi akuntansi menyediakan panduan bagi para akuntan profesional dalam
mempertahankan diri dari godaan dan dalam mengambil keputusan-keputusan sulit.
Jumat, 03 Januari 2014
0
SINOPSIS BUKU – AKUNTANSI PERBANKAN : Akuntansi Transaksi Bank Dalam Valuta Asing.
TUGAS KE 7-8
Resensi
Buku Akuntansi
Judul
AKUNTANSI PERBANKAN : Akuntansi Transaksi Bank Dalam Valuta Rupiah
No. ISBN : 979-8458-03-6
Penulis
: N. Lapoliwa , Daniel. S. Kuswandi
Penerbit
: Institut Bankir Indonesia
Jumlah Halaman : 454 hlm
Jenis Cover : Soft Cover
Dimensi(L x P) : -
Kategori : Akuntansi
Bonus : -
Text Bahasa : Indonesia •
Dimensi(L x P) : -
Kategori : Akuntansi
Bonus : -
Text Bahasa : Indonesia •
SINOPSIS BUKU – AKUNTANSI PERBANKAN : Akuntansi Transaksi Bank Dalam Valuta Asing.
Akuntansi
perbankan adalah Proses akuntansi bank bertujuan untuk kepentingan pencatatan,
penganalisaan, dan penafsiran data keuangan guna memenuhi kebutuhan berbagai
pihak. Laporan keuangan bank harus sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang
telah diterima secara luas atau Teknik pembukuan, posting, dan pencatatan semua
transaksi yang dilakukan dalam kegiatan operasional suatu Bank.
Akuntansi Perbankan : Akuntansi
transaksi bank dalam valuta rupiah Jilid 1 menyediakan cakupan mendalam tentang
konsep pengertian akuntansi pada umumnya dan bagaimana penerapannya pada
perusahaan bank. Untuk membedakan aplikasi akuntansi dari satu jenis perusahaan
terhadap jenis perusahaan lainnya dapat diidentifikasi melalui system
rekeningnya. Disamping itu buku ini sangat bermanfaat untuk dijadikan referensi
bagi para mahasiswa , mengingat bahwa pembahasan dalam buku ini dilakukan
secara sistematis, jelas dan mudah ditangkap para mahasiswa akuntansi maupun
professional dalam perbankan .
Daftar Isi:
Bab 1 Pengertian Akuntansi
Bab 1 Pengertian Akuntansi
Bab 2 Laporan keuangan
Bank
Bab 3 Proses Akuntansi
Bab 4 Akuntansi kliring manual
Bab 5 Akuntansi kliring Otomatis
Bab 3 Proses Akuntansi
Bab 4 Akuntansi kliring manual
Bab 5 Akuntansi kliring Otomatis
Bab 6 Giro
Bab 7 Tabungan
Bab 8 Simpanan Berjangka
Bab 9 Traveller Cheques Dalam valuta asing
Bab 8 Simpanan Berjangka
Bab 9 Traveller Cheques Dalam valuta asing
Bab 10 Surat berharga yang
diterbitkan
Bab 11 Pinjaman yang diterima
Bab 12 Kewajiban lain lain
Bab 13 Pinjaman Subordinasi
Bab 14 Modal pinjaman
Bab 15 Modal Bank
Bab 16 Kas dan Bank
Bab 17 Surat Berharga
Bab 18 Kredit yang diberikan
Bab 19 Penyertaan
Bab 20 Aktiva Tetap
Bab 21 Aktiva lainnya
Bab 22 Transfer dalam negeri
Bab 23 Inkaso dalam negeri
Bab 24 Perdagangan dalam
negeri
Bab 25 Safe Deposit Box (SDB)
Bab 26 Credit card
Bab 27 Dana pembayaran rekening titipan (Payment Point)
Bab 28 Dana setoran naik haji
Bab 29 Komitmen
Bab 30 Kontinjensi
Bab 31 Pendapatan Bank
Bab 32 Beban Bank
Bab 33 Jurnal umum
Bab 34 Buku besar
Bab 35 Neraca saldo
Bab 36 Pos- pos penyesuaian dan Neraca lajur
Bab 37 Laporan Laba Rugi
Bab 38 Neraca
Bab 39 Laporan perubahan Posisi keuangan
Bab 40 Penutupan Buku
TENTANG PENULIS
Drs, N. Lapoliwa, Akt. MBA, lahir di Kolenodale Sulawesi tanggal 18 Mei 1938. Dari tahun 1956 sampai dengan 1971 bekerja pada Direktorat Akuntansi Negara, Direktorat Jendral Pengawasan Keuangan Negara , Departement Keuangan RI (Sekarang : Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ). Sejak tahun 1972 samapai sekarang bekerja pada Bank Indonesia Jakarta, Sebagai tenaga pengajar pada lembaga pengembangan perbankan Indonesia (sekarang : Instituk Bankir Indonesia) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi PERBANAS Jakarta.
Drs, N. Lapoliwa, Akt. MBA, lahir di Kolenodale Sulawesi tanggal 18 Mei 1938. Dari tahun 1956 sampai dengan 1971 bekerja pada Direktorat Akuntansi Negara, Direktorat Jendral Pengawasan Keuangan Negara , Departement Keuangan RI (Sekarang : Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ). Sejak tahun 1972 samapai sekarang bekerja pada Bank Indonesia Jakarta, Sebagai tenaga pengajar pada lembaga pengembangan perbankan Indonesia (sekarang : Instituk Bankir Indonesia) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi PERBANAS Jakarta.
Daniel S, Kuswandi dilahirkan di Jakarta
tahun 1955 tahun 1981 tamat dari
Universitas Padjajaran Bandung Jurusan Akuntansi dengan register Negara D.
2716. Tahun 1988 tugas belajar ke San Diego State University, untuk mengikuti
preparatory program bersama harvad Institute for intimation Development di San
Diego Calivornia – USA.
Resensi Film
Film Tenggelamnya Kapal Van Der
Wijck :
- Sutradara : Sunil Soraya
- Produser : Sunil Soraya
- Pemain : Herjunot Ali, Pevita Pearce, Reza Rahadian, Jajang C. Noer, Ninik L. Karim
- Genre : Drama romantis, Sejarah
- Tanggal Rilis Perdana : 19 Desember 2013
- Durasi : Selama 2 jam 49 menit.
- Studio : Soraya Intercine Films
Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
ini membutuhkan sedikitnya 600 pemain dengan 100 diantaranya harus
berperawakan bule karena film ini mengambil set di zaman penjajahan Belanda era
1930-an. Proses pembuatan film ini memakan waktu hampir 5 tahun
karena memang ada riset untuk melengkapi itu semua. Proses syuting
dilakukan di beberapa kota seperti Padang, Medan, Batam, dan Makassar.
Film yang posternya sempat di protes oleh masyarakat Minang
karena dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai Islami ini dibintangi oleh
bintang-bintang muda terkenal seperti Herjunot Ali, Pevita Pearce, dan Reza
Rahadian.
Film Tenggelamnya Kapal Van Der
Wijck berkisah tentang kasih tak sampai antara sosok pemuda tampan berdarah
Minang-Bugis bernama Zainuddin diperankan Herjunot, dengan dara cantik Hayati
(Pevita Pearce), perempuan yang murni keturunan Minang.
Nusantara tahun 1930-an, dari tanah kelahirannya Makasar,
Zainuddin (Herjunot Ali) berlayar menuju kampung halaman
ayahnya di Batipuh, Padang
Panjang. Di sana, ia bertemu dengan Hayati (Pevita Pearce),
seorang gadis cantik jelita yang menjadi bunga di persukuannya. Kedua muda-mudi
itu jatuh cinta. Namun, adat dan istiadat yang kuat meruntuhkan cinta mereka
berdua. Zainuddin hanya seorang melarat yang tak bersuku; karena ibunya
berdarah Bugis dan ayah berdarah Minang, statusnya
dalam masyarakat Minang
yang bernasabkan
garis keturunan ibu tidak
diakui. Oleh sebab itu, ia dianggap tidak memiliki pertalian darah lagi dengan
keluarganya di Minangkabau. Sedangkan Hayati adalah perempuan Minang santun
keturunan bangsawan.
Pada akhirnya, lamaran Zainuddin ditolak keluarga
Hayati. Hayati dipaksa menikah dengan Aziz (Reza Rahadian),
laki-laki kaya terpandang yang lebih disukai keluarga Hayati daripada
Zainuddin. Kecewa, Zainuddin pun memutuskan untuk berjuang, pergi dari ranah
Minang dan merantau ke tanah Jawa demi bangkit melawan keterpurukan cintanya. Zainudin
bekerja keras membuka lembaran baru hidupnya. Sampai akhirnya ia menjadi
penulis terkenal dengan karya-karya masyhur dan diterima masyarakat seluruh
Nusantara.
Tetapi sebuah peristiwa tak diduga kembali
menghampiri Zainuddin. Di tengah gelimang harta dan kemasyhurannya, dalam
sebuah pertunjukan opera,
Zainuddin kembali bertemu Hayati, kali ini bersama Aziz, suaminya. Pada
akhirnya, kisah cinta Zainuddin dan Hayati menemui ujian terberatnya; Hayati
pulang ke kampung halamannya dengan menaiki kapal Van der Wijck.
Di tengah-tengah perjalanan, kapal yang dinaiki Hayati tenggelam. Sebelum kapal
tenggelam, Zainuddin mengetahui bahwa Hayati sebetulnya masih mencintainya.
Jumat, 20 Desember 2013
0
PENALARAN INDUKSI
Contoh dari Generalisasi :
Jika ada udara,
manusia akan hidup.
Jika ada udara,
hewan akan hidup.
Jika ada udara,
tumbuhan akan hidup.
Jadi jika ada
udara mahkluk hidup akan hidup.
Jika dibakar ember akan meleleh,
jika dibakar botol akan meleleh,
jika dibakar plastik akan meleleh,
jika dibakar sedotan akan meleleh,
jadi jika benda plastik dibakar akan meleleh.
Contoh dari Analogi :
Usia manusia
dapat disamakan dengan sebuah buku. Jika semakin hari semakin berkurang umur
manusia, maka buku setiap halaman yang dibuka akan berkurang lembarannya
Setiap dosen harus memiliki retorika yang baik, agar setiap mahasiswa
yang diajarnya dapat mengerti dengan penjelasan yang diberikan. Demikian pula
dengan pemandu wisata, mereka harus memiliki retorika yang baik agar dapat
berkomunikasi dengan wisatawan secara baik pula. Oleh karena itu, untuk menjadi
guru dan pemandu wisata harus memiliki retorika yang baik.
Contoh dari Hubungan
Kausalitas :
Sebab – akibat :
Sampah di mana-mana kini menjadi pemandangan yang lazim,
selokan-selokan yang tergenang air juga tidak mendapat perhatian serius,
pohon-pohon dan tanaman hijau lainnya jarang sekali ditemukan. Tidak heran jika
setiap musim hujan Jakarta selalu kebanjiran.
Akibat – sebab :
Kalista memperoleh nilai tertinggi di sekolahnya. Dia sangat
aktif di kelas, tugas selalu dikumpulkan, saat ulangan pun dia selalu
mendapatkan nilai yang memuaskan, terakhir dia diketahui mendapat juara 1
dikelasnya.
Akibat – Akibat :
Ketika bejalan di tengah kota, Ranti melihat banyaknya
fasilitas umum yang diberhentikan pengerjaan begitu saja sebelum dapat
dimanfaatkan masyarakat, banyaknya jalan-jalan poros rusak yang terabaikan, Ranti
lalu berpikir pastinya di Kota ini banyak rakyatnya yang melarat dan miskin,
tetapi tidak terlintas dipikirannya bahwa sebagian besar kejadian ini adalah
ulah para koruptor.
Contoh dari Salah nalar
:
Generalisasi yang
terlalu luas
Anak-anak
tidak boleh memegang barang porselen karena barang itu cepat pecah.
Anologi yang salah :
Doni
walaupun lulusan Akademi Teladan tidak dapat mengerjakan tugasnya dengan baik.
Ismi Anisa
3EB05 / 23211733
Langganan:
Postingan (Atom)

