ISMI ANISA: Dunia Indah Tanpa narkoba

Jumat, 14 Desember 2012

0

Dunia Indah Tanpa narkoba




Seperti kail sekali mencoba tidak akan bisa lepas”  begitulah tepatnya narkoba karena narkoba Cuma akan menjadi lembaran hitam dalam hidupmu dan generasi muda saat ini. Hidup bukan Cuma sekedar mimpi kosong tetapi hidup ini akan berasa lebih indah kalau kita bisa mengisi dengan hal-hal yang lebih positif dan kegiatan yang lebih berarti bukan dengan menggunakan “ Narkoba”.

Dalam hal ini saya akan membahas sekilas informasi mengenai kerentanan pemuda terhadap penyalahgunaan narkoba. Saat ini para pemuda mempunyai dorongan kuat untuk mengikuti trend dan gaya hidup “ modern” , penggunaan narkoba dipandang sebagai bagian atau ciri gaya hidup modern. Nah hal inilah yang membuat pemuda rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.
Selain itu para pemuda juga mempunyai dorongan kuat untuk penjelajah dan perpetualangan hidup, termasuk dalam kehidupan seks dan penyalahgunaan narkoba, demikian pula dorongan untuk menikmati hidup dan kebahagiaan serta untuk tampil “macho” dan perkasa, juga membuat rentan terhadap penggunaan narkoba.
        Frustasi karena putus kuliah, putus kerja atau menggangur juga menimbulkan kerentanan pemuda untuk terlibat dalam penyalahgunaan dan pengedaran gelap narkoba. Menurut hasil penelitian juga ketergantungan rokok dan minuman keras merupakan pintu masuk kepada penyalahgunaan narkoba.
Bukan hanya itu saja ternyata kelompok pergaulan dapat berpengaruh positif atau negatif terhadap prilaku anggotanya. Pengguna narkoba akan berusaha mencari-mencari kebenaran terhadap prilakunya dari kelompoknya, karena ia bergabung dengan orang-orang yang berprilaku sama untuk memperoleh penerimaan, pembenaran, dan pengakuan. Pengguna juga membujuk, mendorong atau menekan teman-temannya untuk berprilaku yang sama.
        Lingkungan pergaulan pemuda baik dikampus perguruan tinggi, tempat kerja atau lingkungan gaul lainnya seperti kafe-kafe dapat memicu kejadian tersebut karena ketidaktahuan tentang bahaya narkoba, maka orang yang terjerumus kedalam bahaya yang tidak disadarinya bahwa sekali perbuatan tersebut dilakukannya sama artinya dengan ia telah “ menandatangani kontrak kematian sia-sia”.
        Seringkali pengetahuan tentang kesadaran akan bahaya penyalahgunaan narkoba datang terlambat. Setelah yang bersangkutan dalam keadaan kritis dan tidak dapat ditolong lagi serta dalam keadaan tidak berdaya untuk menghentikannya. Sekali masuk kedalam jerat penyalahgunaan narkoba ibarat kena lilitan gurita, tidak mungkin melepaskan diri. “ Coba sekali kamu tak akan pernah bisa kembali”  .
Janganlah kalian para generasi muda mau diperbudak narkoba hanya untuk menghapus impian hidupmu bahkan kepribadianmu. Sebenarnya perlu diingat apapun yang terjadi disekitar kita, bila kita masing-masing mencintai hidup, benar-benar beriman , meyakini adanya Yang Maha Kuasa serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat dan bangsa, maka penyalahgunaan narkoba dapat dicegah.

0 komentar:

Posting Komentar